Minut  

Turis China Mulai Berdatangan, Minut Lebih Banyak Promosi

Peliput INNOR

BERITA ONLINE LOKAL, MINUT – Sejak China mencabut kebijakan untuk tidak berpergian ke luar negeri dikarenakan Covid-19 pada bulan Januari 2023.

Warga China akhirnya bebas untuk berpergian setelah tiga tahun dengan kebijakan tersebut.

Hari ini Minggu (15/02/2026) Turis China Mulai berdatangan Ke Minahasa Utara tepatnya di Likupang dan lewat dermaga Desa Serei untuk pergi ke Pulau “LIHAGA”

Likupang, pesona penjualan wisatanya sangat bergantung pada turis China. Tanpanya, penjualan wisata Minahasa Utara menurun.

Pemilik dan pengelola resort di Pulau Lihaga dan pulau sekitarnya harus di pantau Pemerintah Minahasa Utara lewat Dinas Pariwisata

Pihak yang mengelola bagian pariwisata, mengingat bahwa hal ini akan mengakibatkan tingginya kedatangan Turis China seperti tiga tahun lalu.

Sedangkan Pariwisata Minahasa Utara lebih meningkatkan promosi penjualan wisatanya yang ada agar mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Selainitu ada baiknya pemerintah agar bisa menyiapkan pemandu wisata minut dan sarjana dengan kemampuan dasar Bahasa China untuk menguasai Bahasa China.

Tujuan dari hal tersebut adalah untuk memandu pemandu wisata asing yang tidak terlalu mengenal daerah di Minahasa Utara

Warga Likupang Barat, Truly Sumarauw menyatakan Pemerintah daerah di Sulawesi Utara khususnya Minahasa utara mengandalkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal China bisa jadii sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.

kunjungan turis China ke Minut bakalan meningkat, di tahun 2026

“Beberapa cara dan sumber daerah mendapatkan PAD dari turis China:

Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Minut  antara lain, resort di Likupang termasuk di Kepulauan, Pajak Hotel, Restoran, dan Hiburan

 Turis China dikenal memiliki pola pengeluaran yang tinggi dan kunjungan mereka ke Minut Likupang meningkatkan PAD melalui pajak hotel dan restoran serta resort

Jasa Pariwisata: Turis China banyak menggunakan jasa transportasi, pemandu wisata (khususnya penutur bahasa Mandarin), dan paket tur. Ini menggerakkan ekonomi lokal dan menghasilkan pajak daerah.” Kata Sumarauw

Selanjutnya kata Sumarauw Optimalisasi Objek Wisata (Retribusi): Daerah mendapatkan retribusi dari tiket masuk ke berbagai objek wisata alam dan budaya yang menjadi destinasi utama turis China.

“Strategi Pemasaran Khusus: Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) seperti daerah lain aktif menggarap pasar China dengan promosi intensif untuk meningkatkan jumlah kunjungan,”ucap Sumarauw