BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE – Suasana sakral menyelimuti Papanuhung Santiago Tampungang Lawo, Sabtu (31/1/2026), saat ribuan masyarakat mengikuti Upacara Adat Tulude yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-601 Daerah Kepulauan Sangihe.
Berdasarkan pantauan, seluruh rangkaian agenda upacara adat berlangsung dengan khidmat dan tertib. Cuaca yang cerah sejak awal hingga prosesi inti selesai turut mendukung kelancaran pelaksanaan ritual adat tahunan tersebut.
Wajah Tulude sejatinya tetap sama, tidak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Namun demikian, selalu ada hal yang dinantikan masyarakat, yakni semangat berkebudayaan dan kebersamaan dalam ungkapan syukur kepada Tuhan.
Tulude bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan hidup, sekaligus ruang perjumpaan batin antara manusia, alam, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur dalam menyongsong masa depan yang penuh harapan.
Pelaksanaan Tulude 2026 mengusung tema “Pempahuliage Sularungu Alamate Kakendage Ghenghonalangi” yang berarti Bersukacita dalam Berkat dan Rahmat Tuhan.
Bupati Kepulauan Sangihe, Thungari, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tema tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai sukacita secara utuh dan dewasa. Menurutnya, sukacita tidak hanya lahir dari berkat, keberhasilan, dan kebaikan, tetapi juga dari keseluruhan peristiwa hidup, baik suka maupun duka, sepanjang satu tahun perjalanan.
“Dalam kearifan adat dan iman, setiap peristiwa hidup merupakan bagian dari proses pembentukan dan pendewasaan, melalui tantangan, ujian bahkan kegagalan. Itu bukan hal terpisah, melainkan sarana untuk menumbuhkan hikmat, keteguhan, dan kekuatan batin sehingga kita tetap mampu melangkah dengan iman dan pengharapan,” ujar Thungari dalam Upacara Adat Tulude pertamanya sebagai Bupati Kepulauan Sangihe.
Ia menegaskan, enam abad lebih satu tahun perjalanan sejarah Sangihe merupakan saksi perjuangan, pengorbanan, serta ketekunan para leluhur dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang beradab, berbudaya, dan beriman. Usia 601 tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan cerminan jati diri, ketahanan, dan semangat kebersamaan masyarakat Sangihe dalam menghadapi dinamika zaman.
Menurutnya, Tulude menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur warisan leluhur seperti kebersamaan, kerendahan hati, penghormatan terhadap alam, serta keteguhan iman kepada Tuhan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi moral dalam melanjutkan pembangunan daerah yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh masyarakat.
“Kiranya Tulude menjadi momentum rohani dan budaya untuk menata hati dengan penuh syukur, mempererat persaudaraan, memperkuat jati diri, serta mengukuhkan komitmen bersama membangun masa depan yang rukun, beriman, dan penuh pengharapan dengan tetap berakar pada nilai-nilai adat dan budaya,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menegaskan bahwa Sangihe tetap berdiri tegak karena memiliki jangkar yang tertanam kuat pada adat istiadat. Usia 601 tahun menjadi bukti ketangguhan masyarakat Sangihe yang tetap eksis dan mandiri, serta memberikan kontribusi berharga sebagai beranda utara Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurut Mailangkay, Tulude merupakan kompas spiritual masyarakat Sangihe yang sarat dengan nilai gotong royong, kerukunan, dan ketaatan kepada Tuhan. Membacakan sambutan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling, ia berpesan agar Tulude tetap menjadi benteng pertahanan budaya yang dijaga secara turun-temurun di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi.
“Kita harus memiliki komitmen bersama untuk mewariskan nilai-nilai luhur ini kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan identitas sebagai putra-putri Sangihe yang beradab dan berbudaya. Tulude adalah perekat sosial yang menyatukan perbedaan dalam semangat kekeluargaan yang tulus,” pungkasnya.
Ia berharap, Kabupaten Kepulauan Sangihe ke depan terus bertumbuh menjadi daerah yang mandiri, sejahtera, dan religius, dengan sinergi harmonis antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat demi percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Advertorial)










