BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE — Penghargaan yang diterima oleh PLN UP3 Tahuna sebagai unit pelaksana terbaik tahun 2025 di lingkungan PLN UID Suluttenggo menuai beragam tanggapan dari warga, khususnya di media sosial.
Sebelumnya, dalam unggahan resmi akun media sosial PLN Tahuna disebutkan bahwa pencapaian tersebut merupakan bukti nyata dari komitmen seluruh tim dalam menghadirkan keandalan listrik serta pelayanan terbaik bagi masyarakat di wilayah Nusa Utara.
Namun menariknya sejumlah warga Kabupaten Kepulauan Sangihe justru mempertanyakan penghargaan tersebut. Melalui berbagai akun media sosial, mereka menilai penghargaan yang diberikan belum sesuai dengan fakta terkait kondisi pelayanan listrik yang dirasakan masyarakat saat ini.
Beberapa warga bahkan menyoroti pengadaan lima mesin pembangkit baru yang hingga kini dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pelayanan listrik kepada pelanggan. Mereka mengeluhkan masih seringnya terjadi pemadaman listrik yang dianggap belum terselesaikan.
Selain itu, masyarakat juga menyinggung adanya pemadaman listrik yang disebut kerap terjadi tanpa pemberitahuan resmi terlebih dahulu dari pihak PLN.
Di media sosial, tanggapan warga pun disampaikan dengan berbagai cara, termasuk melalui unggahan bernada sarkas. Salah satunya akun Tarkam Sangihe Adm yang mengunggah kembali foto saat PLN Tahuna menerima penghargaan dengan caption bernada sindiran.
“Selamat atas pencapaiannya PLN Tahuna! Kami bangga kok, setidaknya ada yang ‘terang’ yaitu prestasinya, kalau rumah kami mah gelap-gelapan dulu nggak apa-apa. Anggap saja lagi simulasi Earth Hour tiap hari demi estetika. Proud of you!” tulis akun tersebut.
Sementara itu, akun Myhacer Pro di grup Facebook Dimensi Pembangunan Sangihe juga mempertanyakan dasar penilaian penghargaan yang diraih oleh PLN UP3 Tahuna.










