Minut  

Bupati Joune Ganda Sukses Perkuat Sektor Pertanian, Cadangan Beras Minut Lampaui Target Provinsi

MINUT, BERITA ONLINE LOKAL – Di tengah tantangan ketahanan pangan nasional dan ancaman gangguan distribusi akibat cuaca maupun bencana, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menunjukkan capaian yang menggembirakan.

Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, cadangan beras pemerintah daerah berhasil melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Data Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Utara mencatat, Ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah Daerah (CBPD) Kabupaten Minut tahun 2026 mencapai 19,80 ton. Angka tersebut melampaui target Pemprov Sulut sebesar 15 ton atau setara dengan capaian 125,3 persen.

Keberhasilan ini menjadi indikator positif bahwa Minahasa Utara memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi berbagai kondisi darurat, mulai dari bencana alam, gangguan distribusi pangan hingga potensi kekurangan pasokan beras.

Bupati Minut, Joune Ganda, melalui Kepala Dinas Pangan Minut, Asriyadi Lalompoh, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Secara persentase cadangan beras Minut mencapai 125,3 persen, melampaui target Pemprov Sulut sebesar 100 persen atau 15 ton. Cadangan beras yang tersedia saat ini mampu mengantisipasi kondisi darurat seperti bencana alam, gangguan distribusi maupun potensi kekurangan pasokan pangan sepanjang tahun 2026,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Sementara itu, Bupati Joune Ganda menegaskan sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Berbagai program terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor, pendampingan petani hingga pemberian bantuan pertanian guna meningkatkan produktivitas.

Menurutnya, Minahasa Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian, termasuk komoditas padi yang menjadi penopang utama kebutuhan pangan masyarakat.

“Kami terus berkomitmen menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan cadangan beras agar tetap berada pada level yang aman guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Joune Ganda.

(INNOR)