BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE – Sebanyak 38 siswa Sekolah Dasar GMIST (SDG) Smirna Kawio terpaksa dipulangkan ke rumah masing-masing pada hari ini. Pasalnya, tenda darurat yang digunakan sebagai tempat belajar sementara rusak parah akibat hantaman angin kencang dan hujan deras yang mengguyur Kampung Kawio sejak pagi. Rabu (22/7/2026).
Kepala sekolah sebelumnya telah menyampaikan bahwa bangunan SD GMIST Smirna Kawio mengalami kerusakan berat pascagempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sangihe. Kondisi bangunan dinilai sudah tidak layak pakai dan membahayakan keselamatan siswa.
“Dinding miring belakang, plafon dalam kelas sudah jatuh semua, retakan akibat gempa sangat besar,” ujar Sekretaris Kampung Kawio, Risto Mandiangan.
Akibatnya, proses belajar mengajar untuk sementara waktu dipindahkan ke tenda utama pengungsian yang berlokasi di lapangan depan Kantor Kapitalau Kawio. Tenda yang sama juga digunakan untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan ibadah Minggu.
Namun, cuaca ekstrem kembali memperburuk keadaan.
“Dari tadi malam cuaca ekstrim, ada badai, angin, hujan. Sampai saat ini pun hujan masih turun. Jadi memang tidak mampu untuk menahan ini angin sama derasnya hujan,” jelas Risto.
Kerusakan pada tenda utama membuat tempat belajar sementara itu tak bisa digunakan, sehingga kegiatan belajar mengajar diliburkan untuk sementara.
Kondisi ini menambah duka bagi para siswa dan guru yang sebelumnya sudah kehilangan gedung sekolah permanen.
“Keadaan ini tentu membuat para siswa dan guru sangat sedih karena tempat belajar dan mengajar di tenda utama sementara saat ini tak bisa digunakan,” tambahnya.
Mandiangan berharap pemerintah segera membangun gedung sekolah baru yang representatif.
“Kami mengharapkan bantuan pembangunan fisik gedung sekolah SDG Smirna Kawio segera dibangun. Keadaan untuk tempat belajar anak-anak sudah tidak representatif lagi karena kalau hujan harus seperti ini. Demikian juga kalau cuaca panas siang hari, anak-anak merasa gerah dan tidak betah belajar hingga tidak fokus,” pungkasnya.
SD GMIST Smirna Kawio merupakan salah satu sekolah dasar di pulau terluar yang berbatasan dengan Filipina dan masuk dalam daftar fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan berat pascagempa.










