Manado, Berita Online Lokal. Com- Gedung DPRD Sulut kembali didatangi aksi elemen mahasiswa yang datang menyuarakan aspirasi tuntutan. Namun sangat disayangkan aksi ini dinilai banyak kalangan sudah bergeser ke tindakan aksi anarkis.
Hal ini mendapat reaksi dari Sekretariat DPRD Sulut yang sangat menyayangkan aksi yang dinilai sudah melewati batas penyaluran demokrasi.
Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Niklas Silangen didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Aanlis Kebijakan Muda Justman Entjaurau angkat bicara soal kondisi yang terjadi di kantor DPRD Sulut Rabu (17/6/2026) sore tadi.
Menurut, pimpinan dan anggota DPRD sudah bersedia untuk menemui dan menerima aspirasi dari pengunjuk rasa, namun ditolak dan meminta agar mereka diijinkan masuk ke dalam kantor DPRD Sulut.
Dalam orasi-orasi, pengunjuk rasa meminta agar Pimpinan dan Anggota DPRD agar segera menemui dan berdialog dengan mahasiswa.
“Adik-adik mahasiswa sudah bertindak anarkis, sehingga lewat aparat kepolisian mengambil tindakan tegas untuk membubarkan aksi demonstrasi tersebut,” kata Sekwan.
Sekwan kemudian menjelaskan, pengunjuk rasa dalam aksi demo membawa tujuh tuntutan aspirasi yang rencannya dibacakan dan akan diserahkan kepada anggota DPRD.
Namum sangat disesali, dimana mahasiswa tidak sabar dan bertindak diluar batas sehingga aksi ujuk rasa harus berhadapan dengan pihak kepolisian.
Bahkan yang paling disesali di mana pengunjuk rasa juga telah melakukan perusakan dan mencoret gedung milik rakyat Sulut.
Adapun 7 isu tuntutan mahasiswa yakni :
1. Menolak perampasan ruang hidup masyarakat Sulawesi Utara
2. Menekan publikasi draft RTRW
3. Kenaikan harga pokok
4. Desentralisasi pendapatan daerah
5. Evaluasi program Trans Manado
6. Tuntaskan kasus pelecehan seksual yang ada di Sulawesi Utara
7. Tolak MBG dikelola oleh kampus.
Pengunjuk rasa dari aliansi mahasiswa kemudian diterima oleh Wakil Ketua DPRD Royke Anter, anggota Jane Lalujan, dan Julia Tuwo serta Sekwan Niklas Silangen.(JoTam)










