Manado, Berita Online Lokal. Com- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Utara sukses menyelenggarakan Posko angkutan Lebaran tahun 2026 (1447 H), yang di mulai dari 13 Maret (H-8) sampai 30 Maret (H+8) di 8 satuan pelayanan dengan menerjunkan 230 personil.
Kepala BPTD Kelas II Sulut Alexander Hilmi Perdana melalui Kepala Tata Usaha Hasmun Hamzah saat ditemui awak media, Jumat (10/4/2026) di ruang kerjanya mengatakan, kegiatan posko angkutan lebaran 2026 (1447 H) dilaksanakan serentak di 8 satuan pelayanan, yaitu di Terminal tipe A Malalayang, Terminal tipe A Tangkoko, Terminal tipe A Bolmong, Terminal tipe A Boroko, UPPKB Wangurer, UPPKB Inobonto, Pelabuhan penyeberangan Bitung dan Pelabuhan penyeberangan Pananaru dengan pusat kendali berada di Kantor Induk BPTD Kelas II Sulut.
Menurutnya, maksud diselenggarakan kegiatan adalah untuk menyediakan, menyelenggarakan, mengamankan, mengatur arus lalu lintas dan anggutan jalan serta penyeberangan selama masa angkutan lebaran 2026 (1447 H) di Provinsi Sulut.
Hasmun Hamzah juga menambahkan, adapun tujuan diselenggarakan Posko Angkutan Lebaran 2026 di Sulut yaitu, mengupayakan keselamatan selama perjalanan dari dan ke Propinsi Sulut dengan aman, nyaman, tertib, lancar dan berkeselamatan.
“Manfaat dari diselenggarakan posko ini, agar arus mudik menjadi aman, tertib dan teratur serta meminalisir kejadian menonjol yang tidak diinginkan,” jelas Hamzah.
BPTD Kelas II Sulut juga mencatat selama 18 hari penyelenggaraan Posko Angkutan Lebaran 2026, kegiatan arus mudik dan arus balik di Provinsi Sulawesi Utara berjalan lancar dan aman, dengan resiko kejadian kecelakaan terendah.
Hasmun Hamzah menjelaskan, tercatat arus mudik dan arus balik menggunakan jasa transportasi penyeberangan laut mengalami kenaikan dari pada jasa transportasi darat.
Data BPTD Kelas II Sulut mencatat, arus mudik dan arus balik di semua terminal tipe A yang ada di Sulut, terhitung mulai dari 13 Maret (H-8) sampai 30 Maret (H+8) tahun 2026 adalah sebagai berikut :
1. Kedatangan Bus 1907 dengan penumpang 33952 orang.
2. Keberangkatan Bus 2149 dengan penumpang 39033 orang.
Sementara untuk tahun 2025 lalu, keberangkatan dan kedatangan bus serta penumpang di semua terminal tipe A tercatat :
1. Kedatangan Bus 2640 dengan penumpang 40392 orang.
2. Keberangkatan Bus 3033 dengan penumpang 50614 orang.
Sebagai pembanding pada tahun 2025, kedatangan bus secara persentase turun jadi 28 persen dan angka ini juga mempengaruhi pada kedatangan penumpang di semua terminal tipe A turun jadi 16 persen.
Sementara untuk keberangkatan bus secara persentase turun 29 persen dan angka ini juga mempengaruhi pada keberangkatan penumpang yang ikut turun hingga 23 persen.
Kondisi ini berbalik pada angkutan penyeberangan di mana untuk arus mudik dan arus balik tercatat :
– Tahun 2026 untuk keberangkatan kapal feri ada 90 trip dengan jumlah kendaraan 844 kendaraan serta penumpang 913 orang.
Dan untuk kedatangan kapal feri ada 85 trip, dengan jumlah kendaraan 1015 serta penumpang 4734 orang.
– Tahun 2025 untuk keberangkatan kapal feri ada 41 trip dengan jumlah kendaraan 619 kendaraan serta penumpang 1731 orang.
Dan untuk kedatangan kapal feri ada 34 trip, dengan jumlah kendaraan 833 serta penumpang 2159 orang.
Melihat data yang ada, maka terlihat untuk arus mudik dan arus balik di liburan lebaran tahun 2026, masyarakat lebih dominan memilih jasa angkutan penyeberangan kapal feri ketimbang menggunakan jasa transportasi bus. (JoTam)










