Hut Negeri Wailan ke -124, Pungus: Terima Kasih Apresiasi dan Dukungan, Lolong: Budaya dan Adat Harus dilestarikan

BERITA ONLINE LOKAL, TOMOHON-Masyarakat di bawa kaki gunung Lokon merayakan syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-124 tahun Negeri Wailan, Kecamatan Tomohon Utara, pada Kamis (31/8/2023) dilaksanakan di lapangan Wailan, Kelurahan Wailan.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Wailan Sefri Fabian Pungus, S.IP, mengutarakan atas nama seluruh masyarakat dan pemerintah Kelurahan Wailan, mensyukuri berkat Tuhan acara Hut Negeri Wailan boleh selesai dengan baik dan meriah, tentu sebelumnya ada kegiatan-kegiatan Hut NKRI Ke- 78 Tahun yang sudah dilaksakan 17 agustus lalu.

Dikatakan Pungus, tentunya pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tomohon yang dipimpin Bapak Wali Kota Caroll Joram Azarias Senduk SH dan Wakil Wali Kota Wenny Lumentut SE, yang sangat mensuport kepada kami, sehingga acara ini boleh berlangsung dengan meriah dan sukses,”ujar Lurah Sefri Pungus saat di wawancarai media ini usai acara.

Dan juga kami mengucapkan kepada Panitia sebagai pelaksana dan seluruh yang bekerja keras berjuang, sehingga acara ini boleh berlangsung dengan sangat meriah.

“Di satu sisi Lurah Sefri mengatakan, untuk acara mengangkat Hut Negeri Wailan ini, yang saat ini saya sebagai Lurah Wailan sudah di tahun kedua kalinya dibuat, yang pada saat itu masih di gabung dengan Hut Jemaat.

Akan tetapi setelah saya menjabat saya adakan rapat dengan toko toko agama, toko toko masyarakat, dan sepakat untuk memisahkan Hut Jemaat dan Hut Negeri Wailan, jadi ini kesepakatan seluruh masyarakat sehingga di buat kegiatan ini di tentukan tanggal 31 Agustus, maka Hut dibuat ini dengan Kesepakatan semua bersama,” ujarnya.

Selain itu toko masyarakat pelestari budaya negeri Wailan bapak Benny Lolong mengatakan, yang paling tidak di acara Hut ini untuk yang generasi muda, lebih mengembangkan itu budaya khususnya kita warga atau masyarkat wailan.

Karena di Wailan ini ada tradisi yang sudah dilupakan, sementara yang saya tau tradisi yang ada tentu juga di seluruh daerah di Tanah Minahasa ini di lakukan, mulai dia lahir sampai meninggal ada yang lakukan secara adat atau dikatakan ritual adat,” kata Lolong.

Sementara itu sudah mulai di tinggalkan, sebetulnya penyebabnya ini orang orang pinter yang sudah tidak mau, atau sudah dengan terbawa jaman dengan keadaan maka sudah tidak mau pedulikan lagi budaya dan adat.

“Karena dasar negeri wailan ini adalah moral adat, karena itu, dan kita lihat tadi dalam acara ada tarian kabasaran dan tarian maengket yang sudah ditampilkan,” ujar benny lolong saat diwawancarai media.

lanjutnya ini, kami akan terus untuk melatih bagi generasi muda untuk tarian kabasaran dan maengket untuk di kembangkan terus dan belajar supaya tidak putus dan mengingat kembali tarian budaya dan adat.

Benny Lolong menjelaskan sepenggal diketahui Negeri Wailan ini asalnya dari Kaskasen, artinya Wailan ini sebetulnya boleh dikatakan besar boleh bisa dikatakan kaya, karena dulu orang tua yang mula mula untuk mendirikan kampung/negeri ini diutamakan mencari mata air, begitu mereka dapa sumber kehidupan ini mata air, mereka katakan ‘wirna’ilan’ artinya bisa juga dikatakan sudah diberkati,”kata Benny Lolong toko masyarakat Negeri Wailan pelestari budaya.

Tentunya kami sangat berterima kasih pemerintah Kota Tomohon yang sangat peduli dengan Budaya yang ada di tanah Tombulu ini. Dan juga kegiatan masyarakat seperti ini yang selalu di dukung oleh Pemerintah Kota Tomohon,”pungkasnya. (Hendro)