gambar

Lebaran Ketupat Kampung Bahu, Bupati Sangihe Tekankan Nilai Persaudaraan

BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari bersama Wakil Bupati, Tendris Bulahari didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menghadiri Perayaan Lebaran Ketupat yang digelar di Masjid Imaduddin Kampung Bahu, Kecamatan Tabukan Utara, Minggu (29/3/2026).

Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap tradisi keagamaan dan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Kampung Bahu. Turut hadir dalam kegiatan ini para pejabat pendamping, di antaranya Asisten I,Asisten III, serta sejumlah kepala perangkat daerah seperti Kadis Kominfo, Kadis Perikanan, Kasatpol PP, Kadis Dukcapil, Kadis Pendidikan, Kadis Kesehatan, Direktur RS Liun Kendage, Kabag Kesra, dan Kabag Ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir lengkap bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda untuk menyukseskan perayaan Lebaran Ketupat di Kampung Bahu.

“Puji Tuhan hari ini saya hadir lengkap bersama Pak Wakil Bupati dan seluruh rekan-rekan Forkopimda untuk menyukseskan Ketupat yang ada di Kampung Bahu ini,” ujar Bupati.

Bupati menuturkan bahwa beberapa hari terakhir dirinya telah menghadiri sejumlah perayaan keagamaan umat Muslim dari kampung ke kampung, dan menemukan satu hal yang sama, yakni sukacita tulus, kebersamaan hangat, serta semangat persaudaraan yang kuat.

“Saya melihat satu hal yang sama, yaitu sebuah sukacita yang tulus, kebersamaan yang hangat, dan semangat persaudaraan yang begitu sangat terasa. Namun di Masjid Imaduddin Kampung Bahu ini saya merasakan sesuatu yang lebih dalam,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Lebaran Ketupat di Kampung Bahu bukan hanya tradisi keagamaan, tetapi juga kekuatan budaya yang hidup dan tumbuh bersama iman.

Menurutnya, tradisi tersebut telah menjadi bagian dari adat dan jati diri masyarakat, yang mengandung nilai luhur seperti budaya berbagi, saling mengunjungi, serta rasa hormat kepada sesama.

“Inilah wajah asli masyarakat Sangihe, di mana perbedaan tidak menjadi batas tetapi menjadi kekuatan. Agama dijalankan dengan penuh keyakinan, namun tetap dibalut dengan kearifan lokal dan rasa persaudaraan,” lanjutnya.

Bupati juga menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dan program pemerintah, tetapi juga tentang menjaga hubungan antar manusia serta memperkuat nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menyebutkan bahwa meskipun masyarakat pernah menghadapi pemilihan legislatif dan kepala daerah, serta akan menghadapi pemilihan kepala desa, namun persaudaraan dan silaturahmi harus tetap dijaga.

“Setelah pemilihan, mari rajut kembali kebersamaan. Silaturahmi dan rasa cinta akan kampung dan daerah ini jangan pernah sampai terputus,” tutup Bupati.