Ratahan,BeritaOnlineLokal.com — Polemik seputar jabatan Pelaksana tugas (Pjs) Ketua Sinode GMIM mendapat sorotan tajam dari Panglima Panji Yosua GMIM, James Sumendap, yang juga mantan Bupati Minahasa Tenggara.
Sumendap menegaskan, Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) adalah lembaga rohani yang mulia dan harus dijaga kesakralannya, bukan menjadi ajang kepentingan segelintir pihak.
Sumendap menilai bahwa perdebatan soal Pjs Ketua Sinode seharusnya tidak mengaburkan hakekat pelayanan gereja.
“Tidak perlu lagi mempersoalkan Pjs Ketua Sinode kalau kita berpikir pendek. Gereja GMIM adalah gereja mulia yang harus dijaga kesakralannya, yang dipimpin oleh imam besar yang kurang tercela — bukan kartel yang dikendalikan dari penjara,” tegas Sumendap.
Ia menambahkan, inti dari tata gereja bukan sekadar soal benar atau salah secara administratif, melainkan soal moral dan spiritualitas kepemimpinan di hadapan umat.
“Jadi rumusnya bukan hanya melanggar atau tidak melanggar tata gereja. Yang jelas, gereja harus mengedepankan kesakralannya terhadap umat dan pemimpin umat,” ujar Sumendap.
Dengan nada keras, ia juga menyinggung para pendeta yang tidak mendukung keberadaan Pjs Ketua Sinode agar kembali memeriksa hati nurani mereka.
“Teman – teman pendeta yang tidak setuju dengan Pjs, ada di mana ngoni pe hati nurani?” ucapnya.
Pernyataan Panglima Panji Yosua ini memperlihatkan keprihatinannya terhadap kondisi internal GMIM yang tengah menjadi perhatian publik.
Ia mengingatkan agar seluruh pelayan dan jemaat tetap menempatkan nilai-nilai kesucian gereja di atas segala kepentingan pribadi maupun kelompok, demi menjaga martabat GMIM sebagai gereja yang kudus dan bersatu.










