BERITA ONLINE LOKAL, SANGIHE – Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 Skala Richter yang terjadi di Filipina pada Senin, (8/6/2026) pagi terasa hingga wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Meski getarannya dirasakan masyarakat, peristiwa tersebut dipastikan tidak memicu peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Awu.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Awu, Didi Wahyudi, menjelaskan bahwa hingga siang hari pascagempa, tidak terdeteksi adanya gempa vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Awu.
“Gempa tektonik yang terjadi sekitar pukul 07.38 WITA tidak memicu gempa vulkanik di Gunung Awu. Hingga pukul 13.30 WITA, berdasarkan data seismograf digital di Pos PGA Awu, tercatat sebanyak 87 kejadian gempa tektonik,” ungkap Didi.
Ia menegaskan bahwa status Gunung Awu hingga saat ini masih berada pada Level III (Siaga) dan belum mengalami perubahan. Karena itu, rekomendasi yang berlaku tetap sama, yakni masyarakat maupun pengunjung dilarang mendekati dan melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Awu.
Didi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya terkait isu peningkatan aktivitas Gunung Awu setelah terjadinya gempa besar di Filipina.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada. Jangan terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ikuti informasi resmi dari pemerintah,” katanya.
Selain itu, masyarakat dan Pemerintah Daerah dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Awu secara berkala melalui aplikasi MAGMA Indonesia, yang menyajikan informasi resmi mengenai tingkat aktivitas gunung api serta rekomendasi terbaru dari pihak berwenang.
Pihak pengamatan gunung api terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Awu untuk memastikan kondisi tetap aman serta memberikan informasi terkini kepada masyarakat apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik.










