gambar

Pemkab Minahasa Mendukung Tahapan Penyusunan pelaksanaan RDTR 

MINAHASA, BERITA ONLINE LOKAL,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa gelar Focus Group Disscussion 4, Penyusunan Rencana detail tata ruang kabupaten Minahasa WP TOMBULU ( Perkotaan Tateli Koridor Pineleng – Sawangan), di Yama Resort, Kamis (16/10/2025).

Focus Group Discussion (FGD) untuk penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Minahasa untuk Wilayah Perencanaan (WP) Tombolu (Perkotaan Tateli Koridor Pineleng – Sawangan) .

Selain itu, Kegiatan seperti ini merupakan bagian dari proses perencanaan tata ruang yang melibatkan berbagai pihak atau pemangku kepentingan untuk mendapatkan masukan dan pandangan dalam menentukan arah pembangunan suatu wilayah.

Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si, MAP, melalui Kepala Dinas PUPR Minahasa Daudson Rombon, membacakan sambutan Bupati Minahasa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dlm penyusunan RDTR baik dari pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun seluruh stakeholder yang terlibat.

Daudson juga mengatakan Rencana detail tata ruang merupakan salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan penataan ruang wilayah. RDTR berfungsi sebagai pedoman dalam pemanfaatan ruang yg terarah, terpadu dan berkelanjutan.

Dengan melalui RDTR inilah arah pembangunan suatu wilayah dapat di jalankan secara efektif, efisien dan berkeadilan. Wilayah perkotaan tateli, koridor, pineleng – sawangan di wilayah perencanaan tombulu merupakan salah satu kawasan strategis di kabupaten Minahasa.

Kawasan ini memiliki posisi penting sebagai pintu gerbang kab Minahasa dari arah kota menado serta berperan sebagai koridor pertumbuhan ekonomi baru.

Selain itu, di tekankan FGD ke-4 ini merupakan tahapan penting dlm proses finalisasi RDTR.

Melalui forum ini, kita akan bersama sama menelaah hasil penyusunan memferivikasi data dan peta, serta menyempurnakan rencana yg sudah di rancang agar sesuai dgn karakteristik lokal dan kebutuhan masyarakat.

Ia pun berharap peserta dapat memberikan masukan yg konstruktif, sehingga dokumen RDTR yang akan di hasilkan benar benar repsentatif dan aplikatif untuk digunakan sebagai pedoman pembangunan dan dasar perijinan berbasis OSS (onlinesingle submission) di wilayah ini. ” Ucapnya”.

Lanjutnya, RDTR juga menjadi landasan penting utk meningkatkan investasi yg sehat dan berkelanjutan, karena meberikan kepastian hukum bagi para investor dan masyarakat dlm memanfaatkan ruang. Dgn demikian kita dpt mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan dan sosial.

Sebagai daerah yg tengah bertransformasi menuju Minahasa sebagai daerah pariwisata yg maju dan sejahtera, penataan ruang yg terencana dan berpandangan jauh kedepan menjadi kunci keberhasilan.

Ia menambahkan, Koridor pineleng _ sawangan dgn potensi pariwisata alam, pertanian, pendidikan, serta konektifitasnya dgn kota Manado dan tondano, harus di arahkan menjadi kawasan penyangga ekonomi dan pariwisata unggulan.

Untuk itu kami berharap RDTR ini nantinya dapat mengakomodasi:

1: Zona pemukiman dan pemukiman baru yg tertata dan ramah lingkungan.

2: pengembangan kawasan pariwisata dan jasa dgn dukungan infrastruktur yg memadai,.

3:kawasan hijau dan konservasi yang menjaga kelestarian sumber daya alam,

4:konektivitas transportasi yang efisien dan berorientasi pada akses antar wilayah, 5:peningkatan kualitas tata kelola ruang yang transparan dan berbasis data digital.

Dengan demikian, RDTR bukan sekedar dokumen tetapi teknis, tetapi jalan pembangunan wilayah yang berkeadilan dan berkelanjutan untuk generasi masa depan minahasa.

Beliau juga menegaskan pemerintah kabupaten Minahasa akan terus mendukung seluruh tahapan penyusunan da pelaksanaan RDTR ini.

Kami berkomitmen untuk memastikan agar hasilnya dapat segera di tetapkan dn dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pelayanan perijinan dan pembangunan daerah.

Usainya, Daudson mengajak agar menjadikan kegiatan ini FGD ini sebagai momentum untuk menyatukan pandangan dan langkah dalam mewujudkan penataan ruang yang berorientasi pada kemajuan ,kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan kabupaten Minahasa.” Tutupnya.

Turut hadir kepala dinas PU dan penataan ruang provinsi sulit beserta jajaran, tim penyusun RDTR dari kementrian ATR/BPN dan pemerintah provinsi sulut, para camat, hukum Tua, lurah, para tokoh masyarakat, tokoh adat dan akademisi.