BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Polres Bitung terus menunjukkan komitmennya mencegah gangguan kamtibmas guna menekan angka kriminalitas demi memberikan keamanan dan ketentraman bagi masyarakat.
Hal ini dibuktikan usai, melaksanakan razia peredaran miras, kali ini Polres melaksanakan Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) Kota Bitung yang dipimpin langsung Kapolres Bitung, AKBP. Albert Zai SIK MH didampingi Waka Polres Bitung, Kompol Johanis H.D Korompis bersama PJU, Sabtu (12/4/2025).
Adapun pelaksanaan patroli tersebut, Kapolres dan rombongan menyisir sepanjang jalur 46, hingga kelurahan Pateten Satu yang sedang menggelar lebaran ketupat.
Dari pantauan, Kapolres Bitung dengan humanis menyapa warga dan memberikan himbauan. “Pelaksanaan kegiatan hingga jam 10 malam ya, jangan ada yang menyediakan minuman keras. Begitupun jika ada yang menggunakan musik agar volumenya dikecilkan. Mari sama-sama jaga keamanan di Kota Bitung,” ucap Albert yang juga sempat didaulat untuk menghibur warga.
Kapolres Bitung saat ditemui awak media menyampaikan, bahwa Pelaksanaan patroli ini bertujuan untuk melihat situasi agar tetap kondusif.
“Kebetulan ini malam Minggu dan banyak kegiatan masyarakat yang merayakan lebaran ketupat, tentu patroli Cipkon ini bisa memberikan dampak kenyamanan bagi masayakat Kota Bitung, walaupun akhir-akhir ini kita melihat ada beberapa kasus penganiayaan bahkan pembunuhan. Ini merupakan tugas kami untuk menciptakan bagaimana situasi Kota Bitung tetap kondusif,” jelasnya.
“Kami mengerahkan seluruh personil baik di Polres maupun Polsek, termasuk malam ini saya yang memimpin langsung,” tutur Albert.
Menyinggung maraknya aksi kriminalitas akhir-akhir ini, Kapolres mengajak perlunya peran serta orangtua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah dalam mengawasi, membimbing dan membina yang dibarengi pengetahuan agama agar tidak melakukan tindakan kriminalitas yang merugikan orang lain dan dirinya sendiri.
“Seperti yang kita ketahui bersama, fenomena pelaku kriminalitas saat ini khususnya kasus pembunuhan dan penikaman baru-baru ini, mayoritasnya merupakan anak dibawah umur. Dari enam pelaku, bahkan lima diantaranya adalah anak dibawah umur. Jadi tentunya dibutuhkan kerjasama seluruh komponen yang ada di kota Bitung,” pungkasnya.










