Peringati HPSN 2026, Alex Tangkuman Ajak Masyarakat Jadikan Kebersihan Sebagai Budaya

Foto Ist: Mner Alex Tangkuman M.Teol saat diwawancarai di lokasi kawasan Sineleyan.

BERITA ONLINE LOKAL.COM – ​TOMOHON, Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari, sejumlah Komunitas dan Perkumpulan di Kota Tomohon menggelar aksi bertajuk “Peduli Sampah Menjadikan Tomohon Bersih dan ASRI” kegiatan ini yang dipusatkan di area strategis mulai dari Patong Tololiu hingga kawasan Sineleyan, aksi ini dilaksanakan pada, Sabtu (21/2/2026).

Kegiatan dimulai pukul 07:00 pagi, sampai 08:30, ini melibatkan kolaborasi berbagai elemen diantaranya Garda Cipta Nusantara Group, B.S.I, B.A.D, dan Pelsis, serta perorangan aktivis lingkungan, tidak hanya sekedar memungut sampah, para peserta juga melakukan edukasi langsung kepda masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah dirumah, serta mengingatkan saat berbelanja atau dari pertokoan, bungkusan-bungkusan makanan dan botol-botol air minum untuk buang sampah pada tempatnya.

Aksi gabungan ini sudah beberapa kali dilaksana dan ini menjadi simbol tanggung jawab kolektif untuk menjaga wajah Kota Tomohon agar tetap bersih dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.

Foto Dok: saat foto bersama (saat start di Patong Tololiu hingga kawasan Sineleyan.) 

Melalui edukasi di lapangan, para relawan berharap masyarakat tidak lagi melihat sampah sebagai limbah semata, melainkan sesuatu yang bisa di kelola.

Pada kesempatan itu, salah satu peserta aksi, Mner Alex Tangkuman M.Teol, yang juga merupakan Guru/Pendidik Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tomohon di Kelurahan Taratara, menyatakan kekagumannya terhadap inisiatif aksi ini, menurutnya program ini membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat.

“Kegiatan ini luar biasa kerena manfaat lingkungan yang bersih akan dirasakan langsung oleh masyarakat, sebagai guru pendidik ini menjadi sesuatu yang bermanfaat ketika saya kembali ke lingkungan sekolah atau tempat saya bertugas akan berdampak bagi teman-teman guru dan para siswa,” ujar Alex usai kegiatan.

Foto Dok: (sudah berada di kawasan Sineleyan bersama tumpukan sampah yang dikumpulkan). 

Tentunya di sekolah yang saya pimpin sudah memberlakukan sistem pemilahan sampah Organik dan Anorganik, pemanfaatan Biopori dan taman pangan yang menggunakan hasil dari pupuk kompos.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan ini, mungkin kita yang harus menjadi awal dari kebiasaan dalam memulai sesuatu yang luar biasa ini, maka bagi seluruh masyarakat Kota Tomohon, mungkin mari mengambil bagian dari dalam hal ini kepada lingkungan sekitar.

“Harapan saya, kita yang memulai hari ini bisa memantik semangat warga lainnya. Ambil bagian mulai dari lingkungan sekitar atau bergabung dalam kegiatan -kegiatan seperti kita saat ini.” tutupnya.