Peliput: INNOR
MINUT, BERITA ONLINE LOKAL – Infosindo.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JG–KWL), Minahasa Utara resmi masuk kategori “Sangat Inovatif” dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Tahun 2025.
Pengakuan bergengsi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 400.10.11-6097 Tahun 2025 tentang Indeks Inovasi Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota, yang ditetapkan pada 9 Desember 2025.
Berdasarkan lampiran keputusan tersebut, Kabupaten Minahasa Utara berhasil mengantongi skor 65,68, sekaligus menempatkannya sejajar dengan 108 kabupaten lain di Indonesia yang masuk kategori tertinggi, yakni Sangat Inovatif. Lebih membanggakan lagi, Minahasa Utara menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara yang meraih predikat tersebut.
Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menegaskan, capaian ini merupakan buah dari kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah yang didukung penuh oleh partisipasi masyarakat.
“Prestasi ini adalah hasil kerja keras bersama. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus berinovasi demi kemajuan Minahasa Utara,” ujar Joune Ganda, Minggu (14/12/2025).
Menurut Joune, berbagai inovasi yang dikembangkan Pemkab Minahasa Utara diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami fokus pada inovasi yang berdampak langsung. Layanan publik dasar maupun strategis harus semakin mudah, cepat, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Bupati yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) tersebut.
Predikat Sangat Inovatif ini sekaligus mempertegas komitmen Pemkab Minahasa Utara dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Dengan capaian ini, Minahasa Utara tidak hanya mengharumkan nama daerah di kancah nasional, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Utara dalam mengembangkan inovasi berbasis pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. (**)










