Penulis: RONNI ASS
BERITA ONLINE LOKAL, MINUT – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terus memperkuat komitmennya dalam pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan proyek pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular di Pulau Mantehage dan Pulau Nain.
Program yang dipresentasikan dalam rapat bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI itu dirancang untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung pengembangan ekowisata di kawasan kepulauan yang berada di sekitar kawasan penyangga Taman Nasional Bunaken.
Mewakili Sekretaris Daerah Minut, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Minut Sefferson Sumampouw menjelaskan bahwa masyarakat akan menjadi pelaku utama dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan kembali sampah bernilai ekonomi.
“Melalui program ini, lingkungan menjadi lebih bersih, ekonomi masyarakat meningkat, dan sektor pariwisata semakin berkembang,” ujarnya.
Dukungan penuh juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian yang menilai pengelolaan sampah berbasis ekowisata menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas destinasi wisata bahari Minut.
Sementara itu, Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, optimistis kerja sama internasional yang dijajaki bersama Pemerintah Korea Selatan dapat mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
“Proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam menciptakan kawasan yang bersih, berdaya saing, serta mendukung pengembangan ekowisata sebagai salah satu kekuatan utama pariwisata Minahasa Utara,” kata Bupati.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Minut memperluas kolaborasi internasional sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
(INNOR)










