“Musim kemarau panjang ini mengharuskan kita lebih bijak menggunakan air. Gunakan air secukupnya dan jangan menyia-nyiakan air yang masih bisa dimanfaatkan. Hal-hal sederhana seperti ini akan sangat berarti jika dilakukan bersama-sama,” ujar Liu.
Selain persoalan ketersediaan air, Erfie juga menyoroti meningkatnya kejadian kebakaran yang hampir terjadi. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik maupun kompor, serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
“Saya juga mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Periksa kembali jaringan listrik dan kompor sebelum meninggalkan rumah, awasi anak-anak saat menggunakan korek api, serta jangan membuang puntung rokok sembarangan. Di musim kemarau, rumput yang mengering sangat mudah terbakar dan dapat memicu kebakaran,” jelasnya.
Menurut Erfie, kewaspadaan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana selama musim kemarau panjang.
“Dengan meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan, kita dapat terhindar dari musibah yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.
Peliput : */Dirga








