Aksi Nyata Penggiat Lingkungan: Menuju Tomohon Merdeka dari Sampah

BERITA ONLINE LOKAL.COM – ​TOMOHON – Pada Sabtu, 14 Februari 2026, sejumlah penggiat lingkungan di Kota Tomohon menggelar aksi bersih-bersih sampah mulai dari jalur Alfa Omega hingga Terminal Tomohon. Gerakan ini merupakan langkah nyata dalam memperjuangkan visi “Tomohon Merdeka dari Sampah”.

Motivasi utama aksi ini lahir dari kepedulian mendalam terhadap isu lingkungan demi menciptakan kota yang asri, sekaligus mendukung program strategis Presiden Prabowo, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Kota Tomohon.

​Kegiatan ini direncanakan menjadi agenda rutin, bukan sekadar seremonial sesaat. Dengan konsistensi, gerakan ini diharapkan mampu membentuk budaya baru yang peduli terhadap kebersihan di tengah masyarakat.

Momentum kali ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan dua peringatan besar, yakni Peringatan Peristiwa Merah Putih ke-80 dan Hari Kasih Sayang.

Para penggiat lingkungan memilih merayakan kasih sayang dengan cara mencintai alam melalui aksi pembersihan pusat pertokoan hingga terminal sebagai wujud komitmen merawat bumi agar tetap sehat dan lestari.

​Alvons, salah satu peserta aksi, menjelaskan bahwa kesadaran lingkungan harus dimulai dari lingkup paling dasar, yaitu diri sendiri dan keluarga. Ia menekankan bahwa dengan menjaga kebersihan mulai dari rumah, secara otomatis kita ikut menjaga kebersihan kota.

Baginya, tujuan utama gerakan ini adalah terus mengingatkan hal positif tentang membuang sampah pada tempatnya, sesuai pepatah bahwa kebersihan adalah bagian dari iman.” ujar Alvons salah satu dari perkumpulan Garda Cipta Nusantara.

​Para relawan memandang bahwa generasi saat ini memang tidak lagi berperang secara fisik seperti para pejuang terdahulu. Namun, musuh nyata masa kini adalah permasalahan lingkungan, terutama sampah.

Mengadopsi semangat Peristiwa Merah Putih ke-80, mereka bertekad melakukan “Perang Terhadap Sampah” agar Kota Tomohon benar-benar merdeka dari limbah yang merusak ekosistem. Mengingat sampah sudah menjadi isu global, diperlukan aksi konkret yang berkelanjutan.

Hal ini mencakup gerakan pembersihan, pemilahan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomis. Dengan memasarkan hasil olahan sampah ke pasar, masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat lingkungan yang bersih, tetapi juga keuntungan finansial.