Dosen Bejat Berkeliaran Di UNIMA, Politisi PDIP Jeane Lalujan Sesalkan Kinerja PPTK Yang Lamban

Manado, Berita Online Lokal. Com- Kisah pilu yang dialami salah satu mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Evia Maria Mangolo sangat memukul citra dunia akademisi di Sulut.

Evia Mangolo mahasiswi asal nusa utara yang berparas cantik ini, ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan di tempat kosnya yang terletak Kelurahan Kaaten, Tomohon pada Selasa 30 Desember 2025 silam.

Polda Sulut menduga korban Evia Mangolo mengakhiri hidupnya karena mengalami dipreasi, namun dibalik itu ternyata menyisahkan keganjalan yang sekarang ini mulai terangkat ke permukaan publik.

Kejadian tragis ini telah menyita perhatian publik, termasuk anggota DPRD Sulut yang begerak cepat memanggil Rektor UNIMA Dr Joseph P. Kambey SE Ak, MBA untuk dimintai penjelasan, Selasa (13/1/2026) yang dilaksanakan diruang serba guna DPRD Sulut.

Politisi PDIP ini mempertanyakan kinerja Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Negeri Manado (Unima) yang dinilai lamban respon atas kejadian yang dialami oleh Evia Mangolo.

Anggota Komisi II ini menduga, pihak UNIMA tidak serius menindaklanjuti laporan pelecehan yang dialami korban, karena pelaku berstatus dosen aktif di UNIMA.

Faktanya dimana ditemukan tulisan tangan korban yang menceritakan bahwa dirinya telah dilecehkan oleh dosen bejat berinisial DAM.

Menurutnya, korban telah melaporkan pada tanggal 19 Desember 2025, namun tidak ada bentuk perlindungan yang dilakukan terhadap dirinya.

Jeane Lalujan berpendapat, posisi korban yang perempuan lantas sampai berani mengadu, itu menandakan dirinya dalam posisi atau keadaan yang kritis.

Politisi dari dapil Kota Manado ini mendorong PPTK UNIMA agar tidak hanya menjadi perpanjangan tangan rektorat, akan tetapi bisa menjadi pelindung dan pendamping apabila ada mahasiswa yang mengalami masalah. (JoTam)