Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Tenggara ini bukan sekadar seremoni.
Gebyar PAUD dirancang sebagai momentum strategis untuk menggalang kesadaran kolektif dan partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan layanan pendidikan PAUD yang berkualitas.
Hall begitu rapi ditata, panggung utama dihiasi spanduk bertajuk “Gebyar PAUD Mitra 2025”, sementara deretan stan pameran menampilkan karya dan inovasi lembaga PAUD dari tiap kecamatan.
Sesaat setelah membuka acara, Bupati Ronald Kandoli menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pendidikan dan semua pihak yang telah bekerja keras menyiapkan acara ini.
“Gebyar PAUD ini merupakan momentum penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memperkuat pendidikan anak usia dini di Mitra. Saya berharap kegiatan ini menjadi inspirasi nyata bagi kita semua untuk mendukung program-program pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya dengan suara penuh keyakinan.
Bupati menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan acara ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan.
“Sebagai Pemerintah Kabupaten, kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Gebyar PAUD yang diinisiasi Dinas Pendidikan Mitra,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Hadir pula dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan, Sarah Kindangen; Sekretaris Dinas; Kabid PAUD, Defny Mamuaya; serta pejabat tinggi lain di lingkungan Pemkab Minahasa Tenggara.
Sejumlah momen menarik mewarnai Gebyar PAUD.
Mulai dari pameran karya anak didik PAUD seperti lukisan sederhana, kerajinan tangan, buku cerita mini hingga lomba menyanyi, tari kreasi anak, dan edukasi bermain sambil belajar.
Para orangtua tampak antusias menyaksikan balita mereka tampil, sesekali mengambil foto guna mengabadikan kenangan pertama mereka mengikuti panggung.
Tak sekadar hiburan, dalam sela-sela acara juga digelar talkshow mini dengan tema “Peran Orang Tua dan Masyarakat dalam Pendidikan Anak Usia Dini”.
Narasumber yang dihadirkan terdiri dari pendidik PAUD unggulan dan tokoh masyarakat, yang membagikan tips praktis agar orang tua tetap menjadi pendamping utama dalam tumbuh kembang anak.
Penanggung jawab acara menyebutkan bahwa Gebyar PAUD juga akan keliling ke tiap kecamatan agar masyarakat yang jauh dari ibu kota kabupaten tetap merasakan manfaatnya.
Ke depan, pihak Dinas Pendidikan berencana memfasilitasi pelatihan guru PAUD, penyediaan sarana belajar yang inovatif, dan penyuluhan ke desa-desa terpencil.
Gebyar PAUD 2025 bukan sekadar pertunjukan seni anak-anak, tetapi juga wujud nyata upaya sistematis Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara untuk memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini.
Harapannya, semakin tumbuh kesadaran, semakin deras partisipasi dan kualitas PAUD di Minahasa Tenggara terus melesat ke depan.










