IPTI dan PSMTI Sulut: Wadah Sosial yang Konsisten Bantu Bencana, Kini Jaring Talenta Muda

BERITA ONLINE LOKAL.COM –MANADO – Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) Sulawesi Utara, di bawah naungan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), resmi mengumumkan perhelatan ajang pencarian bakat bertajuk “Got Talent”.

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai perayaan Imlek, melainkan sebagai wadah strategis untuk menjaring potensi generasi muda dalam melestarikan sekaligus memodernisasi budaya Tionghoa di Indonesia.

​Wakil Ketua IPTI Sulut, Devina Lumingkewas, menjelaskan bahwa ajang ini akan menampilkan berbagai kategori lomba, mulai dari penyanyi Mandarin, storytelling (bercerita) dalam bahasa Mandarin, hingga pagelaran seni bela diri Wushu dan Barongsai.

​”Kami ingin merangkul semua elemen yang memiliki kemampuan budaya Tionghoa. Tujuannya agar potensi ini bukan sekadar menjadi kenangan budaya, tetapi bisa kita bawa masuk ke dalam dunia industri ke depannya,” ujar Devina.

​Ia juga menekankan pesan dari Ketua IPTI Sulut, Hillary Brigitta Lasut, agar anak muda terus berinovasi. “Kita formulasikan budaya Tionghoa menjadi sesuatu yang baru dan fresh, sehingga bisa berkontribusi nyata untuk kemajuan negara kita, Indonesia,” tambahnya.

​Menariknya, kompetisi ini tidak terbatas bagi warga keturunan Tionghoa saja. Panitia membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi siapa pun yang memiliki ketertarikan pada budaya Tionghoa, mahir berbahasa Mandarin, atau memiliki bakat di bidang alat musik dan kesenian.

​Ketua PSMTI Sulut, Johnny Lieke, menegaskan bahwa IPTI merupakan sayap organisasi PSMTI yang bergerak murni di bidang sosial, kemasyarakatan, dan pendidikan, tanpa campur tangan politik. Ia mengaitkan semangat tahun ini dengan filosofi “Kuda Api”.

​”Kuda itu simbol semangat, rajin, dan ulet. Kami berharap anak-anak muda bisa bekerja keras untuk sukses,” kata Johnny. Beliau juga mengingatkan bahwa PSMTI selalu hadir dalam aksi kemanusiaan, seperti penanganan bencana banjir di Manado dan erupsi Gunung Ruang di Sitaro. “Yang penting kita bersifat sosial dan bersatu untuk memajukan negara agar lebih sejahtera.”

​Senada dengan hal tersebut, Nicho Lieke dari PSMTI Pusat menambahkan bahwa esensi dari organisasi ini adalah keterlibatan dalam mission building atau pembangunan karakter bangsa di tengah kemajemukan.

​”Di dalam perbedaan, kita satu. Meskipun dialek atau latar belakang kita berbeda-beda, kita harus bersatu membangun bangsa. Melalui ajang bakat ini, kami ingin membangun karakter bersama demi mendukung Indonesia Maju,” pungkas Nicho.