Menakar Soal Peluang Golkar Koalisi Dengan PDIP di Pilwako Bitung

Pertemuan antara Maurits Mantiri dan Erwin Wurangian, beberapa hari lalu

BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Pertarungan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung periode 2024-2029 makin menarik dan diprediksi bakal sengit. Sejumlah tokoh besar di tanah ‘kota cakalang’ mulai bergerilya mendapatkan tiket untuk bertarung di Pilwali Bitung.

Terkini, Wakil Wali Kota Hengky Honandar hampir dipastikan menggandeng Ketua DPC Partai Gerindra Bitung, Randito Maringka yang maju dari Partai Gerindra.

Sementara, sang petahana Wali Kota Bitung Maurits Mantiri yang juga Ketua DPC PDIP Kota Bitung masih adem ayem untuk berbicara Pilwako, dirinya lebih memilih fokus melayani masyarakat.

Namun, sejumlah nama sudah mulai didengungkan oleh masyarakat untuk mendampingi Om Kumis sapaan akrab Maurits di Pilwako Bitung 2024.

Nah, diantara sejumlah nama, figur yang paling santer digaungkan yakni, sang legislator Bitung 3 periode dari Fraksi Golkar, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi 2 DPRD Bitung, Erwin Wurangian.

Erwin yang merupakan adik dari Ketua DPD Partai Golkar Bitung, Cindy Wurangian, dikabarkan sudah menjalin komunikasi dengan Maurits Mantiri dalam pertemuan, beberapa hari lalu.

Menanggapi hal ini, salah satu tokoh pemerhati politik Kota Bitung, Isnaini Masloman menilai sangat memungkinkan Maurits akan menggandeng Erwin Wurangian.

“Figur Erwin punya potensi, apalagi berkaca di Pilcaleg sebelumnya, raupan suara Erwin terus melonjak dari waktu ke waktu. Terakhir dirinya mendulang suara tertinggi di dapil Madidir-Girian dengan hasil hampir mencapai tiga ribu,” ucapnya.

Walaupun, kata Isnaini, narasi selama ini PDIP susah berkoalisi dengan Golkar. Namun, peluang tersebut terbuka lebar karena dinamika politik nasional berbeda dengan di daerah.

“Peluang itu bisa saja terjadi, namun tergantung dengan pendekatan yang dilakukan di Pilwako. Apalagi Maurits dan Erwin sudah bertemu seperti apa yang diberitakan,” tuturnya.

Peta koalisi di tingkat nasional atau saat Pilpres belum tentu sama dengan peta koalisi di daerah. Menurut dia, koalisi di daerah akan dinamis dan bergantung pada situasi di masing-masing daerah.

“Sekali lagi peta di nasional belum tentu sama di daerah masing-masing. Itu sangat bergantung dengan situasi lokal masing-masing. Ya nanti kan tentu ada kesepahaman,” pungkas Isnaini.

Sementara itu, seperti dilansir media Antara, beberapa waktu lalu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa partainya membuka opsi koalisi dengan Partai Gerindra dan Partai Golkar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

“Dinamika politik di tingkat nasional dengan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota itu berbeda karena pilkada itu perspektifnya lebih ke lokal, sehingga kerja sama memang dimungkinkan dengan Gerindra, dengan Golkar,” tutur Hasto ditemui wartawan di kawasan Menteng, Jakarta.

Begitu juga, dilansir dari detikNews, saat Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bicara mengenai peluang Golkar berkoalisi dengan PDIP pada Pilkada 2024 mendatang.

Airlangga menyebut kerjasama politik bersama partai berlambang banteng itu bukanlah hal baru.

“Di pemilu pilkada yang lalu koalisi kerja sama dengan Gerindra PDIP juga berjalan. Jadi itu bukan hal yang baru,” kata Airlangga di Fairmont Hotel, Jakarta, Senin (1/4/2024) lalu.

Artinya, peluang besar terjadi adanya koalisi PDIP dan Golkar di Pilwako, apalagi kedekatan Maurits dan Erwin sudah terjalin sangat lama, bukan saat menghadapi kontestasi Pilwako Bitung 2024.

Terpisah, Erwin Wurangian saat dikonfirmasi terkait koalisi Golkar dan PDIP di Pilwako Bitung, enggan berkomentar banyak. “Intinya menunggu keputusan dari DPD. Kalo saya siap dari segala resiko, siap mundur sebagai anggota DPRD Bitung, untuk bersama-sama dengan Pak Maurits menjadikan Kota Bitung yang lebih hebat,” singkatnya.