/BOLMONG Peristiwa longsor yang menewaskan dua penambang di lokasi yang dikenal masyarakat sebagai area “Patung”, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, terus menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Insiden yang terjadi di area yang berdekatan dengan wilayah operasional PT Bulawan Daya Lestari (BDL) itu kini dikabarkan menjadi salah satu fokus penyelidikan Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri yang turun ke Kabupaten Bolaang Mongondow dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Awak media , kedatangan tim dari Mabes Polri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pertambangan yang menjadi perhatian publik, tetapi juga untuk mendalami peristiwa longsor yang merenggut nyawa dua orang penambang tersebut.
Tragedi itu sebelumnya menyita perhatian luas masyarakat. Upaya pencarian korban melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat. Bahkan, Polda Sulawesi Utara menurunkan anjing pelacak (K-9) untuk membantu pencarian korban kedua yang tertimbun material longsor.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim K-9 Polda Sulut diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pencarian terhadap salah satu korban yang saat itu masih dinyatakan hilang. Personel gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban, namun pencarian berlangsung cukup sulit karena kondisi medan yang berat dan material longsor yang terus bergerak.
Redaksi : Lukman mokodompit










