BERITA ONLINE LOKAL.COM – JAKARTA, Kota Tomohon kembali menunjukkan eksistensinya panggung budaya nasional setelah mendapatkan kepercayaan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk berpartisipasi dalam Festival Pecinan 2026.
Acara yang berlangsung mulai 14 hingga 17 Februari 2026 di Jakarta ini menjadi panggung bagi Tim Kabasaran Tomohon untuk mencuri perhatian ribuan pasang mata.
Kehadiran delegasi ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, SH, didampingi Ketua TP-PKK, Jeand’arc Senduk-Karundeng, serta Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, M.I.Kom bersama Bapak Ariel Warouw.
Turut hadir juga memberikan dukungan penuh, Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Edwin Roring, SE, ME, dan Ketua DWP Ibu Tirza Roring-Rawung yang ikut memeriahkan suasana festival.
Dalam ajang tersebut, Tim Kabasaran diberikan kesempatan istimewa tampil dua kali. Pada hari pertama di Plaza Kori Agung, mereka tampil berdampingan dengan atraksi Barongsai, Lion Dance, dan Wushu.
Sementara pada hari kedua, panggung Amfiteater Panggung Budaya TMII saksi bisu kolaborasi epik antara kegagahan Kabasaran dan eksotisme Tari Kecak Bali.
Keunikan atribut perang yang digunakan para penari membuat mereka menjadi pusat perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara yang antre untuk bersuafoto.
Wali Kota Caroll J.A. Senduk SH menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada pihak TMII atas kesempatan emas ini.
Menurutnya, festival ini merupakan sarana efektif untuk mempromosikan keunikan budaya Minahasa agar semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan dunia internasional.
Dan pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan angka kunjungan wisata ke Kota Tomohon. Selain seni tari, Tomohon juga menyajikan berbagai kuliner khas untuk memanjakan lidah para pengunjung festival.
Dikesempatan itu, Senada dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Sendy G.A. Rumajar mengungkapkan harapannya agar sinergi yang telah terjalin baik antara Pemerintah Kota Tomohon dan TMII dapat terus berlanjut.
Diharapkan kerjasama ini dinilai sangat strategis dalam upaya pelestarian dan promosi wisata budaya melalui berbagai agenda kreatif di masa mendatang.










