BERITA ONLINE LOKAL.COM,TOMOHON — Pemerintah Kota Tomohon mengambil langkah strategis dalam memperkuat tata kelola lingkungan perkotaan. Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, SH memimpin langsung Workshop Zero Waste Lifestyle dalam rangka penyusunan City Technical Proposal (CTP) ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy Fase II (ASUS II), bertempat di Command Center Mal Pelayanan Publik Tomohon, Selasa (24/02/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kota Tomohon Ferdinand Mono Turang, Ketua TP-PKK drg. Jeand’arc Florentia Karundeng, Kabag Administrasi Pembangunan Harriet Marzan, Kabapelitbangda Jaqueline Mareyke Mangulu, para camat se-Kota Tomohon, instansi terkait, akademisi, praktisi, serta pemerhati lingkungan.
Workshop yang dipandu oleh Local Project Officer ASUS Indonesia, Mula Pralampita Nursetianti, ini memfokuskan agenda pada validasi City Diagnostic Report. Para peserta membedah temuan awal mengenai kondisi kota untuk menyusun solution tree—sebuah skema identifikasi solusi prioritas, baik jangka pendek maupun aksi berdampak struktural.
Selain itu Workshop ini dengan pemaparan konteks dan latar belakang program ASUS II, termasuk tujuan kegiatan serta gambaran proyek pengembangan kota berkelanjutan.
Agenda dilanjutkan dengan validasi City Diagnostic Report melalui penyampaian temuan awal serta pembahasan langkah tindak lanjut sebagai dasar penyusunan dokumen teknis Kota Tomohon.
Sesi selanjutnya diskusi kemudian berfokus pada pengelolaan sampah dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, meliputi praktik pemilahan dan penggunaan kembali sampah, identifikasi kapasitas pemilahan di berbagai level, serta pembahasan tantangan pengelolaan sampah dari perspektif GEDSI.
Peserta juga mengembangkan skenario dan visi pembangunan masa depan kota, dilanjutkan penyusunan solution tree guna mengidentifikasi solusi prioritas jangka pendek maupun aksi berdampak struktural.
Pada sesi akhir, peserta membahas arah dan struktur City Technical Proposal (CTP), termasuk perumusan proyek strategis potensial, peran kelembagaan, serta catatan teknis implementasi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan serta komitmen langkah tindak lanjut percepatan penyusunan proposal ASUS II Kota Tomohon.
Program ASUS II sendiri merupakan kelanjutan sekaligus penguatan tahap sebelumnya yang dirancang untuk mendorong implementasi langsung strategi urbanisasi berkelanjutan ASEAN di kota sekunder dan menengah.
Proses ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut Master Plan on ASEAN Connectivity 2025 dalam menjawab tantangan urbanisasi di kawasan Asia Tenggara.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Tomohon untuk berpartisipasi dalam program berskala regional.
Ia menegaskan bahwa kota-kota saat ini menghadapi tantangan kompleks mulai dari pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, hingga tekanan terhadap sumber daya alam, termasuk persoalan pengelolaan sampah dan kebutuhan air bersih perkotaan.
Saat ini, pengelolaan sampah Kota Tomohon masih terpusat di TPA Taratara dengan luas sekitar 5,3 hektare. Meski dirancang sebagai sanitary landfill, operasional di lapangan masih menghadapi tantangan berupa praktik open dumping serta belum optimalnya instalasi pengelolaan lindi.
Data pemerintah menunjukkan timbulan sampah mencapai sekitar 51,6 ton per hari dengan dominasi sampah organik hingga 70 persen. Untuk menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kota Tomohon terus mendorong inovasi pengolahan sampah berbasis sumber melalui Program PPSOT, perluasan Integrated Farming, serta pengembangan Community Composting yang telah berjalan sebagai proyek percontohan di sejumlah kelurahan.
Melalui workshop ini, Pemerintah Kota Tomohon berharap lahir rekomendasi konkret yang dapat diterjemahkan menjadi proyek strategis dan implementatif dalam kerangka ASUS II, sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan Tomohon sebagai kota yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Harapan tersebut juga selaras dengan semangat gerakan nasional menuju Indonesia yang asri, di mana praktik pengelolaan sampah berkelanjutan, partisipasi masyarakat, serta inovasi lingkungan di tingkat kota diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata Tomohon dalam mendukung masa depan Indonesia yang lebih bersih, lestari, dan berkelanjutan.” tutupnya.










