Manado, Berita Online Lokal. Com- Respon cepat aparat kepolisian Sektor Singkil dalam mengamankan Tawuran Antar Kampung (Tarkam) yang melibatkan anak kompleks Karame dan Mahakam, mendapat apresiasi warga.
Ketua Lingkungan I Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Greet Mamaghe kepada awak media, Senin (4/8/2025) via telepon mengatakan, dirinya mendapat laporan dari warga yang menginformasikan, bahwa dilingkungannya sedang terjadi tarkam antara anak kompleks Karame dan Mahakam.
Usai mendapat laporan warga, Greet Mamaghe langsung menghubungi Kapolsek Singkil Ipda Leonardo Immanuel Simanjuntak S.Tr.K. guna melaporkan kasus tarkam tersebut.
“Waktu itu pak Kapolsek bilang, nanti anak buah turun ke lokasi. Dan benar, tak lama kemudian terlihat ada anggota Polsek yang turun mengamankan lokasi perkelahian,” ucap Pala Greet Mamaghe.
Tiba di lokasi, personil Polsek Singkil langsung mengamankan lokasi dan kondisi aman terkendali.
Saat itu juga Ketua Lingkungan Greet Mamaghe menyuruh anak kompleks Karame yang menjadi warganya untuk membubarkan diri, namun salah satu anak kompleks bernama Farel Basri alias Amoy warga Karame lingkungan VI melaporkan bahwa motor miliknya saat di parkir di pinggir jalan, diduga telah ditahan oleh anak kompleks Mahakam.
Kemudian Greet Mamaghe menyuruh Farel Basri alias Amoy untuk melaporkan penahanan motor tersebut ke personil Polsek Singkil yang sedang berada di lokasi tarkam.
Farel Basri alias Amoy kepada awak media menjelaskan, bahwa motor miliknya sempat ditahan oleh anak kompleks Mahakam dan ketika sedang mencari motor tersebut, dirinya mendapat perlawanan dari anak-anak Mahakam yang menggunakan senjata tajam.
“Saat kejadian saya di dalam rumah. Kemudian pala sudah berteriak-teriak karena sudah kacau dijalan. Saya disuruh tua-tua kampung untuk melihat kekacauan tersebut. Sampai dilokasi, datang satu orang dengan menodongkan pisau dan langsung menusuk ke badan tapi saya menghindar, kemudian dia menebaskan pisaunya dan saya menghindar lagi. Bahkan saya sempat di tembak menggunakan panah wayer, namun meleset dan saya menjauh tapi motor tertinggal di jalan,” ucap Amoy.
Kemudian karena motor ditahan, Amoy bermaksud mencari motor di Mahakam dan disitu terlihat FRI alias Ian ada di lokasi. Saat meminta kepada Ian, agar mengembalikan motor tersebut, namun dia malah lari menjauh.
Takut motornya hilang, Amoy kemudian langsung melaporkan perampasan motor miliknya ke personil Polsek Singkil yang saat itu masih berjaga di lokasi tarkam.
Saat itu juga Amoy yang ditemani personil Polsek Singkil langsung bergerak mencari motor yang dimaksud dan mereka bertemu dengan FRI alias Ian.
“Salah satu kita cari pa dia (Ian-Red), karena dia terlibat di situ. Lantas komandan gandeng pa Ian, minta ikut ke Polsek untuk berikan keterangan. Namun Ian berkeras tidak mau dan malah bawa nama ayahnya yang anggota polisi. Setelah dijelaskan akhirnya Ian mau ke Polsek,” jelas Amoy.
Sampai di Polsek, antara Amoy dan FRI alias Ian kemudian dipertemukan dan dimintai keterangan oleh petugas piket secara baik-baik. Amoy juga mengaku, tidak melihat adanya kejadian kekerasan yang dilakukan petugas pada FRI alias Ian saat berada di Polsek Singkil.
Sementara itu Kapolsek Singkil Ipda Leonardo Immanuel Simanjuntak S.Tr.K saat ditemui oleh beberapa awak media, Senin (4/8/2025) diruang kerjanya, membenarkan subuh dini hari dirinya menerima laporan tarkam anak Karame dan Mahakam dari Ketua Lingkungan I Karame, Greet Mamaghe.
Bahkan ada laporan motor ditahan namun setelah dilakukan pencarian, akhirnya motor sudah ditemukan kembali.
Menurutnya, saat mendapat laporan warga, anggota piket langsung bergerak sesuai protap yang ada, sehingga bisa meredam situasi menjadi aman terkendali.
Ipda Leonardo Simanjuntak S.Tr.K juga membantah pemberitaan adanya tindakan kekerasan terhadap FRI alias Ian saat dilakukan pengambilan keterangan di Polsek Singkil.
“Kami mendapati di lokasi ada sajam dan panah wayer yang digunakan secara masif oleh masyarakat. Ini menjadi kendala dalam keamanan kamtibmas dan itu menjadi atensi kami dalam melaksanakan penegakan hukum,” ucap jebolan Akpol 2024.
Ditambahkan, alasan FRI alias Ian dibawa ke Mapolsek, itu karena ada laporan dimana yang bersangkutan terlihat di lokasi tawuran. Namun sangat disayangkan, justru yang bersangkutan membawa-bawa nama anggota Polri dan itu sempat menjadi kendala bagi petugas piket saat mengamankan lokasi tarkam.
Ipda Leonardo Simanjuntak S.Tr.K juga menghormati apabila ada keberatan dari FRI alias Ian, yang diketahui telah melaporkan dirinya ke Polda Sulut.
Ditegaskan juga, pihaknya telah memberikan binaan dan arahan bagi warga atas bahaya tarkam bagi anak muda di Singkil, ini bertujuan agar tidak ada tindakan yang berulang.
Sementara itu FRI alias Ian saat dihubungi via telepon di nomor 088202030xxxx tidak dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi.
(JoTam)










