BOLMONG – Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan, batu hitam yang berasal dari wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) diduga kuat diselundupkan dan dialihkan menuju Pelabuhan Gorontalo. Langkah ini diduga dilakukan untuk menghindari pemeriksaan dan razia dari petugas penegak hukum.
Menurut informasi yang diterima, sejumlah truk pengangkut batu hitam terlihat sengaja mengubah rute perjalanan. Alih-alih melewati jalur yang biasa, kendaraan-kendaraan tersebut justru berbelok menuju arah Gorontalo, dengan muatan yang ditutupi rapat dan disembunyikan agar tidak terlihat.
“Sumber di lapangan menginformasikan bahwa batu hitam asal wilayah Bolsel ini sengaja dikirim lewat jalur Gorontalo, khususnya menuju pelabuhan di sana. Tujuannya jelas, untuk menghindari pemeriksaan petugas yang kini gencar melakukan penindakan terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin,” ungkap informan, Rabu (9/9/2026).
Dugaan semakin menguat karena aktivitas pengiriman ini dilakukan pada jam-jam yang tidak wajar, yakni dini hari. Muatan juga sengaja ditutup terpal tebal hingga sulit dikenali isinya. Padahal, sebelumnya sudah banyak laporan bahwa batu hitam dari lokasi tersebut diolah dan diperdagangkan tanpa perizinan resmi serta bebas dari kewajiban pajak.
Masyarakat meminta pihak kepolisian dan instansi terkait untuk segera berkoordinasi lintas daerah, antara Polda Sulut dan Polda Gorontalo, guna mengawasi pergerakan batu hitam tersebut. Langkah ini dinilai penting agar tidak terjadi pelanggaran hukum yang terus berulang dan merugikan keuangan negara.
“Kami berharap aparat penegak hukum di kedua daerah dapat saling berkoordinasi, memasang pengawasan ketat di pelabuhan maupun jalur perbatasan, sehingga praktik penyelundupan ini dapat segera diputus dan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas informan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang terkait dugaan penyelundupan ini.
Penulis: [Lukman Mokodompit]
Tanggal: 9 September 2026










