BITUNG, BERITA ONLINE LOKAL – Gudang misterius yang diduga dijadikan sebagai tempat penimbunan solar di kelurahan Manembo-nembo Atas, kecamatan Matuari, jadi sorotan Warga setempat.
Pasalnya, keberadaan bangunan tersebut menimbulkan keresahan serius di tengah masyarakat karena berada di kawasan pemukiman serta tidak jauh dari sekolah dan rumah ibadah.
“Kami sangat cemas dengan aktivitas di gudang tersebut. Apalagi ini bahan bakar minyak (BBM), tentunya potensi kebakaran ataupun ledakan sewaktu-waktu dapat terjadi,” ucap salah satu warga yang enggan namanya dipublikasikan saat bersua awak media, Sabtu (25/7/2026).
Disamping itu kata dia, limbah disertai bau menyengat BBM jenis solar disebut hampir setiap hari tercium, bahkan hanya melintas di depan lokasi gudang. “Baunya sangat kuat, menyengat hidung. Kami sangat terganggu, apalagi kalau angin kencang,” ujarnya.
Ia pun menambahkan bahwa aktivitas keluar masuk kendaraan pengangkut BBM kerap terjadi, terutama pada jam-jam tertentu. “Ada mobil tangki, dan ada juga pickup dengan modus operandi layaknya mengangkut ikan dikemas dalam coolbox yang ditutup dengan terpal,” tukasnya.
Selain itu, diperoleh informasi, dugaan pasokan BBM berasal dari wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kawangkoan, oknum bernama Wanti dan Valen pun disebut diduga sebagai pemasok.
Alhasil, masyarakat sekitar mendesak aparat pihak kepolisian bersama instansi terkait seperti Pertamina dan pemerintah daerah untuk turun meninjau lokasi tersebut.
“Kami berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas dan transparan, tanpa pandang bulu. Hal ini demi menjaga keselamatan lingkungan dan mencegah potensi bencana di kawasan permukiman,” pungkasnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi ke pemilik gudang dan Polres Bitung serta Pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), masih terus dilakukan awak media, guna pemberitaan yang berimbang dan menindaklanjuti keluhan warga terkait bangunan tersebut yang diduga sebagai tempat praktik culas BBM jenis solar.










