Minut  

Joune Ganda Hadiri Groundbreaking Shangri-La di Desa Budo, Pariwisata Minut Makin Bergairah

MINUT, BERITA ONLINE LOKAL – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menarik perhatian investor berskala internasional. Kali ini, jaringan perhotelan dunia Shangri-La mulai membangun hotel di Desa Wisata Budo, Kecamatan Wori, melalui seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking, Minggu (1/11/2026).

Pembangunan Hotel Shangri-La Manado oleh PT Deybudo Pariwisata Prima ini menjadi angin segar bagi pengembangan pariwisata Minahasa Utara. Kehadiran hotel berstandar internasional tersebut diharapkan membuka babak baru bagi daerah dalam menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat daya saing investasi pariwisata Sulawesi Utara.

Bupati Minut, Joune Ganda, menyambut positif dimulainya proyek tersebut. Ia menilai kepercayaan investor internasional memilih Desa Budo sebagai lokasi pembangunan merupakan bukti bahwa potensi pariwisata Minut semakin diperhitungkan.

Menurut Joune, pemerintah daerah terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat melalui kemudahan pelayanan, dukungan kebijakan, serta pengembangan potensi unggulan daerah.

Ia berharap pembangunan hotel ini tidak sekadar menghadirkan fasilitas penginapan kelas dunia, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus peluang besar bagi daerah. Kami berharap investasi ini menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Joune.

Bupati Joune juga menyoroti posisi strategis Minahasa Utara yang berdekatan dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi serta memiliki kekayaan wisata bahari, alam dan budaya. Keunggulan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan Minut sebagai destinasi pariwisata berkelas internasional.

Ia menegaskan, manfaat investasi harus dirasakan hingga ke tingkat masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan terbukanya peluang usaha bagi pelaku UMKM.

Sektor transportasi, perikanan, pertanian dan jasa pariwisata juga diharapkan ikut berkembang seiring dengan pembangunan kawasan tersebut.

“Peluang usaha bagi masyarakat, pemberdayaan tenaga kerja lokal, serta keterlibatan pelaku UMKM harus ikut tumbuh seiring dengan berkembangnya kawasan pariwisata ini,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Pemegang Saham PT Deybudo Pariwisata Prima, Yulissa Baramuli, menyampaikan apresiasi kepada Shangri-La Group yang telah mempercayakan Desa Wisata Budo sebagai lokasi investasi.

Ia optimistis kehadiran hotel tersebut akan semakin memperkenalkan potensi pariwisata Sulawesi Utara, khususnya Minahasa Utara, kepada pasar internasional.

Dukungan serupa disampaikan Presiden Komisaris SSP Group, Dewi Kam. Ia menjelaskan, proyek ini memiliki visi lebih luas dari sekadar pembangunan hotel, yakni mendukung pengembangan wisata bahari Sulawesi Utara.

Salah satu keunggulan yang disiapkan adalah pembangunan dermaga khusus yang memungkinkan tamu hotel mengakses wisata bawah laut Bunaken secara langsung.

“Hotel di Budo ini tidak jauh dari Taman Nasional Bunaken. Nantinya akan memiliki dermaga sendiri sehingga tamu bisa langsung diving ke Bunaken,” ungkap Dewi Kam.

Menurutnya, pengawalan pembangunan secara maksimal menjadi hal penting agar proyek tersebut berjalan sesuai rencana. Hotel ini nantinya juga akan menjadi satu-satunya properti Shangri-La di wilayah Manado dan sekitarnya.

Groundbreaking diawali dengan ibadah dan doa yang dipimpin Pdt. Olivia Pomohon. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, perwakilan perusahaan internasional, serta jajaran pemerintah daerah.

Di antaranya Dr. Ilham Habibie dan Yulissa Baramuli dari PT Deybudo Pariwisata Prima, Komisaris SSP Group M.A. Jasin, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Railway Engineering Corporation Zhang Yongkang, Country Manager Bank of China Kantor Cabang Jakarta Group Sun Shang Bin, serta Chief Operating Officer Shangri-La Group Sunny Paw.

Hadir pula Kepala Biro Perekonomian yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Reza Dotulong.

Bupati Joune Ganda didampingi Ketua DPRD Minahasa Utara Vonny Rumimpunu bersama Robert Dondokambey, Direktur Utama Bank SulutGo. Turut hadir Asisten I Umbase Mayuntu, Kepala Dinas Pariwisata Jein Barantian, Kepala DPMPTSP Richard Dondokambey, Kepala Dinas PUPR Lidya Warouw, Kepala Dinas Pendidikan Eveline Luntungan, serta Camat Wori Octavianus Mayuntu.

Dimulainya pembangunan Hotel Shangri-La di Desa Budo menjadi momentum penting bagi Minahasa Utara untuk memperkuat sektor pariwisata dan memperluas peluang investasi global.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Joune Ganda berharap proyek tersebut menjadi penggerak ekonomi baru, sekaligus membawa nama Desa Budo dan Minahasa Utara semakin dikenal di panggung pariwisata internasional. (INNOR)