Bolmong , 26 Februari 2026 – Aktivitas pertambangan emas di tiga kawasan utama Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), yaitu Totabuan, Potolo, dan Oboy, telah memberikan manfaat signifikan bagi kehidupan masyarakat lokal. Baik melalui pendulangan tradisional maupun usaha pertambangan yang lebih terstruktur, ketiga lokasi ini menjadi sumber berkah yang mendukung perekonomian dan kemajuan wilayah.
Totabuan: Pendulangan Tradisional yang Menjangkau Banyak Keluarga
Di kawasan Totabuan, pertambangan emas dilakukan secara tradisional oleh ribuan warga yang mengandalkan pendulangan di pinggiran Sungai Bolmong. Sejak beberapa dekade lalu, aktivitas ini telah menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarga miskin dan pekerja kasar. Khususnya menjelang bulan puasa dan Lebaran, banyak warga mendapatkan hasil yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, membeli bahan makanan hari raya, serta menyekolahkan anak-anak. Selain itu, aktivitas ini juga mendorong berkembangnya usaha kecil di sekitar lokasi, seperti warung makan dan penjual alat pendulangan.
Potolo: Kolaborasi Masyarakat dan Pengusaha Dorong Kemajuan Di Potolo, pertambangan emas dilakukan dengan skala yang lebih terorganisir, melalui kolaborasi antara masyarakat lokal dan pengusaha dan investor. Keberadaan tambang di sini telah menciptakan lapangan kerja langsung bagi sekitar 500 orang warga setempat sebagai pekerja lapangan, teknisi, dan staf administrasi. Sebagian dari pendapatan yang dihasilkan juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur wilayah, seperti perbaikan jalan desa, pembangunan tempat ibadah, dan penyediaan sumber air bersih bagi masyarakat.
Oboy: Pemanfaatan Hasil Tambang Bantu Program Sosial
Kawasan Oboy dikenal dengan hasil tambang emas yang digunakan untuk mendukung program sosial masyarakat. Para pengusaha dan kelompok pendulang lokal bekerja sama untuk menyisihkan sebagian hasil penjualan emas untuk program beasiswa pendidikan anak-anak miskin, bantuan kesehatan bagi lansia, serta pembangunan fasilitas umum. Beberapa warga juga telah mampu membuka usaha mandiri dari hasil yang diperoleh selama bertahun-tahun bekerja di sektor pertambangan ini.
Pemerintah Kabupaten Bolmong menyatakan bahwa akan terus mengawasi aktivitas pertambangan di ketiga lokasi tersebut untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan peraturan hukum dan tidak merusak lingkungan. Para tokoh masyarakat, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi dari sumber daya alam ini sambil menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat jangka panjang.
“Kita ingin memastikan bahwa pertambangan emas di Bolmong benar-benar menjadi berkah bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, kita terus melakukan pengawasan ketat dan mendorong praktik pertambangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Masyarakat juga menyampaikan rasa syukur atas keberadaan ketiga lokasi tambang ini, yang dianggap sebagai berkah yang membantu meningkatkan kualitas hidup mereka dan keluarga.










